Labels

Featured Posts

Cara Disable IP Auto-configuration

Auto-configuration untuk IP address adalah sebuah fitur dari network adapter pada PC terintegrasi Windows yang digunakan untuk melakukan setting otomatis pada sistem pengalamatan PC tersebut. Skema kerja dari auto-configuration itu sendiri adalah sebagai berikut :
1. Saat network adapter terpasang pada PC, secara otomatis Windows akan menggunakan protokol TCP/IP pada adapter tersebut. Jika tidak ada langkah lebih lanjut yang diambil oleh user, maka konfigurasi pengalamatan protokol tersebut diatur ke "Obtain an IP address automatically" (meminta IP address ke sebuah DHCP server).
2. Jika PC tersebut di-reboot maka adapter tersebut akan mencoba menghubungi DHCP server untuk meminta IP address.
3. Jika tidak ada DHCP server yang dapat dihubungi (hal ini biasa terjadi pada private LAN), maka Windows akan memberikan alamat khusus (dengan network address 169.254.xxx.xxx) untuk adapter tersebut.
4. Kemudian Windows akan mencoba untuk menghubungi DHCP server lagi pada interval 3 menit untuk memastikan apakah DHCP server sudah dapat memberikan services atau belum.
Penggunaan auto-configuration memiliki beberapa masalah yang tentu akan menghambat bahkan sangat mengganggu kinerja dari PC tersebut. Jika di sebuah LAN (Local Area Network) tidak tersedia DHCP server, maka Windows akan melakukan hal yang sia-sia jika harus terus mencoba menghubungi DHCP server dalam interval 3 menit.

Secara pribadi saya sering mengalami masalah dengan auto-configuration. Saat sebuah LAN memiliki DHCP serverauto-configuration justru akan membuat sistem operasi menolak untuk menggunakan layanan DHCP server. Oleh karena itu dalam kiriman saya kali ini akan membahas mengenai bagaimana cara men-disable auto-configuration pada sistem operasi Windows 7.

Sebagai referensi, berikut adalah contoh dari auto-configuration yang terpasang dalam sebuah LAN adapter :


Gambar 1. Contoh Auto-Configuration

Lalu cara untuk men-disable-kan (atau menonaktifkan) auto-configuration adalah seperti langkah-langkah berikut :
1. Buka windows explorer lalu masuk ke partisi system yang biasanya memiliki label C: lalu masuk ke folder Windows. Kemudian masuk kembali ke folder System32 dan cari file aplikasi dengan nama cmd.exe. Klik kanan pada file tersebut, lalu klik Run as administrator.


2. Setelah command prompt terbuka, ketikkan perintah netsh interface ipv4 show inter untuk menampilkan network adapter yang tersedia beserta informasi umum tiap adapter.


Perhatikan angka yang ada di bawah parameter 
Idx untuk adapter Local Area Connection (dalam praktek yang saya contohkan, angka untuk adapternya adalah 17).
3. Setelah itu inputkan perintah netsh interface ipv4 set interface 17dadtransmit=0 store=persistent.

4. Setelah muncul parameter OK maka konfigurasi selesai. Lakukan restarting pada PC tersebut lalu lakukan pengecekan IP address yang baru.
Setelah konfigurasi selesai, maka seharusnya PC tersebut tidak akan menggunakan auto-configuration untuk menambahkan IP address-nya tetapi akan menggunakan DHCP server (jika tersedia). Tetapi jika DHCP server belum tersedia maka user harus menambahkan pengalamatan secara manual.

Dari beberapa referensi yang saya pelajari, ada yang menyebutkan bahwa melakukan 4 proses seperti yang di sebutkan di atas perlu dilakukan pengaturan supaya Windows tidak akan melakukan permintaan IP address kepada DHCP server pada saat start-up. Namun dalam hal ini saya tidak mengikuti proses tersebut karena saya hanya ingin menon-aktifkan penggunaan auto-configuration. Namun untuk tujuan pengetahuan, berikut saya sertakan langkah-langkah untuk menon-aktifkan permintaan IP address kepada DHCP server :
1. Buka menu Run (tekan tombol Win + R pada keyboard) lalu ketikan services.msc lalu tekan tombol Enter pada keyboard.


2.  Setelah itu akan muncul sebuah jendela Services. Cari menu dengan nama DHCP Client.


3. Setelah itu akan muncul sebuah jendela DHCP Client Properties. Pada bagian Startup typepilih disabled.


4.  Setelah itu tekan tombol OK lalu restart PC tersebut.

Sumber :
http://yadicucuklauk.blogspot.co.id/2013/08/cara-disable-ip-auto-configuration.html


Lanjutkan

ABOUT

Dabrion Tutorial adalah blog yang berisi rangkuman tentang segala tutorial yang penulis ingin atau telah lakukan ,penulis merangkum ini semua bukan bermaksud nyolong karya orang ,sok mengajari ataupun sok tahu ,tapi hanya untuk berbagi ,semoga blog ini bermanfaat

Tentang penulis

saya adalah orang yang suka mencoba hal - hal baru ,yang berbau teknologi
Lanjutkan

Disclaimer for Dabrion Tutorial

If you require any more information or have any questions about our site's disclaimer, please feel free to contact us by email at Muhammad

Disclaimers for https://dabriontutorial.blogspot.co.id/:

All the information on this website is published in good faith and for general information purpose only. https://dabriontutorial.blogspot.co.id/ does not make any warranties about the completeness, reliability and accuracy of this information. Any action you take upon the information you find on this website (https://dabriontutorial.blogspot.co.id/), is strictly at your own risk. https://dabriontutorial.blogspot.co.id/ will not be liable for any losses and/or damages in connection with the use of our website.
From our website, you can visit other websites by following hyperlinks to such external sites. While we strive to provide only quality links to useful and ethical websites, we have no control over the content and nature of these sites. These links to other websites do not imply a recommendation for all the content found on these sites. Site owners and content may change without notice and may occur before we have the opportunity to remove a link which may have gone 'bad'.
Please be also aware that when you leave our website, other sites may have different privacy policies and terms which are beyond our control. Please be sure to check the Privacy Policies of these sites as well as their "Terms of Service" before engaging in any business or uploading any information.

Consent

By using our website, you hereby consent to our disclaimer and agree to its terms.

Update

This site disclaimer was last updated on: Saturday, October 28th, 2017
· Should we update, amend or make any changes to this document, those changes will be prominently posted here.


Lanjutkan

Privacy Policy for Dabrion Tutorial

If you require any more information or have any questions about our privacy policy, please feel free to contact us by email at Muhammad.
At https://dabriontutorial.blogspot.co.id/ we consider the privacy of our visitors to be extremely important. This privacy policy document describes in detail the types of personal information is collected and recorded by https://dabriontutorial.blogspot.co.id/ and how we use it.
Log Files
Like many other Web sites, https://dabriontutorial.blogspot.co.id/ makes use of log files. These files merely logs visitors to the site - usually a standard procedure for hosting companies and a part of hosting services's analytics. The information inside the log files includes internet protocol (IP) addresses, browser type, Internet Service Provider (ISP), date/time stamp, referring/exit pages, and possibly the number of clicks. This information is used to analyze trends, administer the site, track user's movement around the site, and gather demographic information. IP addresses, and other such information are not linked to any information that is personally identifiable.
Cookies and Web Beacons
https://dabriontutorial.blogspot.co.id/ uses cookies to store information about visitors' preferences, to record user-specific information on which pages the site visitor accesses or visits, and to personalize or customize our web page content based upon visitors' browser type or other information that the visitor sends via their browser.
DoubleClick DART Cookie
→ Google, as a third party vendor, uses cookies to serve ads on https://dabriontutorial.blogspot.co.id/.
→ Google's use of the DART cookie enables it to serve ads to our site's visitors based upon their visit to https://dabriontutorial.blogspot.co.id/ and other sites on the Internet.
→ Users may opt out of the use of the DART cookie by visiting the Google ad and content network privacy policy at the following URL - http://www.google.com/privacy_ads.html
Our Advertising Partners
Some of our advertising partners may use cookies and web beacons on our site. Our advertising partners include .......

  • Google
  • Commission Junction
  • Amazon
  • Widget Bucks
  • Adbrite
  • Clickbank
  • Linkshare
  • Yahoo! Publisher Network
  • Azoogle
  • Chitika
  • Kontera
  • TradeDoubler
  • Other
While each of these advertising partners has their own Privacy Policy for their site, an updated and hyperlinked resource is maintained here: Privacy Policies.
You may consult this listing to find the privacy policy for each of the advertising partners of https://dabriontutorial.blogspot.co.id/.

These third-party ad servers or ad networks use technology in their respective advertisements and links that appear on https://dabriontutorial.blogspot.co.id/ and which are sent directly to your browser. They automatically receive your IP address when this occurs. Other technologies (such as cookies, JavaScript, or Web Beacons) may also be used by our site's third-party ad networks to measure the effectiveness of their advertising campaigns and/or to personalize the advertising content that you see on the site.
https://dabriontutorial.blogspot.co.id/ has no access to or control over these cookies that are used by third-party advertisers.

Third Party Privacy Policies
You should consult the respective privacy policies of these third-party ad servers for more detailed information on their practices as well as for instructions about how to opt-out of certain practices. https://dabriontutorial.blogspot.co.id/'s privacy policy does not apply to, and we cannot control the activities of, such other advertisers or web sites. You may find a comprehensive listing of these privacy policies and their links here: Privacy Policy Links.
If you wish to disable cookies, you may do so through your individual browser options. More detailed information about cookie management with specific web browsers can be found at the browsers' respective websites. What Are Cookies?
Children's Information
We believe it is important to provide added protection for children online. We encourage parents and guardians to spend time online with their children to observe, participate in and/or monitor and guide their online activity. https://dabriontutorial.blogspot.co.id/ does not knowingly collect any personally identifiable information from children under the age of 13. If a parent or guardian believes that https://dabriontutorial.blogspot.co.id/ has in its database the personally-identifiable information of a child under the age of 13, please contact us immediately (using the contact in the first paragraph) and we will use our best efforts to promptly remove such information from our records.
Online Privacy Policy Only
This privacy policy applies only to our online activities and is valid for visitors to our website and regarding information shared and/or collected there. This policy does not apply to any information collected offline or via channels other than this website.
Consent
By using our website, you hereby consent to our privacy policy and agree to its terms.


Update
This Privacy Policy was last updated on: Sunday, October 29th, 2017. Privacy Policy Online Approved Site
Should we update, amend or make any changes to our privacy policy, those changes will be posted here.

Lanjutkan

CONTACT US

foxyform
Lanjutkan

Kode Komponen dan istilah dalam Schema

KODE HURUP KOMPONEN

C   :CAPASITOR
D   :DIODA
F    :FUSE
L    :INDUKTOR
PC :POWER CAPASITOR
PD :POWER DIODES/DIODA
PL  :POWER INDUCTOR
PQ :POWER TRANSISTOR
PR :POWER RESISTOR
PU :POWER INTEGRATED CIRCUIT
Q   :TRANSISTOR
R   :RESISTOR
  : Transformers
U   :INTEGRATED CIRCUIT/BGA CHIP/EMBEDDED CONTROLER/BIOS IC,ETC
X   : Terminal strips, terminations, joins .oscilator
Y   : Crystal

ISTILAH DALAM LAPTOP MOTHERBOARD DAN SCHEMATIC

AC           : Alternating current
ACDRV    : AC adapter to system-switch driver output
ACEDET  : Adaptor Current Detector
ACGOOD : Valid adapter active-low detect logic open-drain output
ACIN       : Adaptor Current sensor Input
ACN         : Adapter current sense resistor
ACOP       : Input Over-Power Protection
ACOV       : Input Overvoltage Protection
ACP          : Adapter current sense resistor, positive input.
ADP+       : Adapter Positif Suplay
ADP_ID    : Adapter Identity
AGND       :Analog Ground
ALWP       :ALWAYS ON POWER
 B+           :AC OR BAT POWER RAIL FOR POWER CIRCUIT
BATT        : Battery

BAT+       :BAT POWER RAIL FOR POWER CIRCUIT
BAT_DRV :Bat Fet Gate Driver
BAT_V      Battery Voltage
BOM         :BILL OF MATERIAL MANAGEMENT
BT             :BUTTON
BT_EN      :Bloototh Enable
BUZER      :Connected
BYP           :Baypass
CHGEN     : Charge enable active-low logic input
CIN           : Input Capacitor
CLK_EN    :CLKOCK ENABLE
CN             :CONECTOR
CRT          :Cathode ray tube
CSIN        :Current Sensor input Negatif
CSIP         :Current Sensor input Positif
DC            :Direct current
DM           :DIM/DIM SOCKET/SOKET MEMORY/SOKET DDR
DKHAZ    :Dhea-Kautsar-Hafidz-Ali-Zahra
DOCK       :DOCKING SOCKET
EC            :Embedded Controler
EC_ON    :Embeded Controler Enable
EMI          :Elektromagnetik Interference(GANGGUAN ELEKTROMAGNETIK)
EN            :ENABLE
ENTRIP   :Enable Terminal
F               :FUSE
FSEL         : Frequency Select Input.
GATE        : Trigger gate
GND         :Ground
GP            :GROUND PIN
GPI          :General Power Input
GPIO        :General Power Input Output
HDMI       :High-Definition Multimedia Interface
ID             :Continuous Drain Current
IDM          :Pulsed Drain Current
IIN           : Operating Supply Current
IIN(SHDN): Shutdown Supply Current
IIN(STBY): Standby Supply Current
IS            :Continuous Source Current (Diode Conduction)
IVIN       :Battery Supply Current at VIN pin
JP            :JUMPER POINT
KBC        :Keyboard Controler
LCDV       :LCD POWER
LDO         :Linear Driver Output
LGATE     : Lower-side MOSFET gate signal
LPC          :Low Pin Count
LVDS       :Low-voltage differential signaling(SYSTEM PENSIGNALAN)
MBAT      :MAIN BATTERY
NB           :North Bridge
ODD         :OUTPUT DISC DRIVE
PCI          :Peripheral Component Interconnect
PGOOD    : Power good open-drain output
PIR          :PRODUCT IMPROVED RECORD
PSI#        :Current indicator input
PVCC       : IC power positive supply
RSMRST  : Resume Reset
RTC          :REAL TIME CLOCK
SB            : South bridge
SHDN       :Shutdown
SYS_SDN :System Shutdown
SPI           :Serial Peripheral Interface
TD            :Death Time
THRM      :THERMAL SENSOR
TMDS       :Transition Minimized Differential Signaling(TRANSMISI DATA TEKNOLOGY)
TP             :TES POINT
TPAD        :THERMAL PAD
UVLO        : Input Undervoltage Lock Out
V               :RAIL(POWER)
V+            :Positive Voltage
VADJ        : Output regulation voltage
VALW       :ALWAYS ON POWER
VALWP     :VALW PAD
VBAT        :BATTERY POWER
VCCP        :power chip(ich,graphic chips)
VCORE     :POWER PROCESOR
VDD          : Control power supply
VDDR       :POWER DDR (VDRAM/VRAM/VMEM)
VDS          :VOLTAGE DRAIN SOURCE
VFB          : feedback inputs Power
VGS          :VOLTAGE GATE SOURCES
VIN          : Input Voltage Range
VIN           :ADAPTER POWER SUPLAY(vol_in)
VL            :Power Lock
VL            :voltage across the load/Tegangan beban resistor
VL            :Voltage Linear
VLDOIN  :Power supply of the VTT and VTTREF output stage (to powerMOS).
VOT         :Volt_out
VRAM      :Power Memori
VREF       :POWER REFERENCES/SCHEMA REFERENCE/PERMINTAAN SKEMA
VS            :SUITCH POWER
VS+         :SUPPORT VOLTAGE POSITIF
VSB         :POWER SWITCH BUTTON
VSS         : Signal ground.
VSW        :POWER SWICT
VTT         : Memory Termination Voltage
VTERM    :Memory Termination Voltage
VUSB       :POWER USB
VGA         :POWER VGA (VGPX/VGPU/VCVOD)
VGFX       :POWER GRAPHIC CHIP  
VREF       :VOLTAGE REFERENCES


disusun oleh adiedkhaz

sumber : https://adiedkhaz.blogspot.co.id/p/blog-page_3249.html
Lanjutkan

Analisa Dan Pengecekan Android Dengan Power Supply

Dalam dunia teknisi, pengecekan android yang rusak secara hardware dapat menggunakan DC power supply. Pada artikel ini mari kita berbagi cara analisa dan pengecekan android dengan power supply.
Power supply DC
Alat ini berguna sebagai adaptor / regulator (pensupply tegangan DC) dan dapat pula digunakan dalam pendeteksian kerusakan pada ponsel, dalam kata lain bisa juga sebagai pengganti tegangan battery, dengan menggunakan Power Supply ini akan memudahkan kita dalam pendeteksian kerusakan pada ponsel karena jika ponsel itu terjadi hubungan singkat atau konsleting Power suplly ini secara otomatis akan mati dan tidak akan menambah parah kerusakan pada ponsel.

Cara penggunaan DC power supply :
Hidupkan Power Supply, atur tegangan dengan memutar kalibrasi sesuai tegangan yang dibutuhkan Ponsel atau sesuaikan dengan Voltage Battery Ponsel anda, lalu matikan Power Supply.

Kabel merah = positif
Kabel hitam = negative
Kabel hijau biru = Btemp ( battery temperature )
Kabel kuning = BSI ( battery system information )
-Pasang kabel merah (+) positif dihubungkan ke konektor positif battery pada Ponsel

-Pasang kabel hitam (-) negatif dihubungkan ke konektor negatif battery pada ponsel

-Pasang kabel hijau (BSI), fungsinya sebagai pemberi informasi pada kapasitas battery, terletak disebelah konektor positif (+) battery.

-Untuk Ponsel yang hanya memiliki 3 konektor Battery, kabel Hijau (BSI)  tidak dipasang
Setelah pemasangan kabel hidupkan Power Supply, saat perangkat android tekan tombol ON, jarum pada Ampere meter akan jalan dan perangkat android akan hidup.

Pemasangan terbalik akan berakibat short ( hubungan singkat ) dan Power Supply secara otomatis memutuskan tegangan/ arus ke perangkat.
Perhatikan jarum pada kolom Ampere, berapakah yang dihasilkan? ( melalui kolom amper inilah nanti yang akan dianalisa kerusakan yang terjadi, apakah penyebabnya software atau hardware )

Analisa Kerusakan Ponsel Menggunakan DC Power Supply :
-Hidupkan Power Supply, atur tegangan dengan memutar kalibrasi sesuai tegangan yang dibutuhkan perangkat, lalu matikan Power Supply. 
-Pasang kabel merah (+) positif dihubungkan ke konektor positif battery  pada perangkat. 
-Pasang kabel hitam (-) negatif dihubungkan ke konektor negatif battery  pada perangkat. 
-Pasang kabel hijau (BSI) pada konektor BSI pada perangkat (jika ada). 
Hasil analisa:
Gejala kerusakan pada Software yaitu pada saat tombol On di tekan,  jarum pada Ampere meter akan bergerak naik tidak lebih/ kurang dari 0,02-0,03  Ampere dan kembali keposisi Nol (0). 

Gejala kerusakan pada Hardware yaitu pada saat tombol On di tekan, jarum pada Ampere meter jalan tetapi tidak kembali kaposisi semula, berarti terjadi short ( hubungan singkat ) pada rangkaian (Hardware) 

Jarum pada Ampere meter tidak Jalan sama sekali, berarti jalur putus/ bagian power supply pada Ponsel tidak bekerja.
Menggunakan DC Power Supply pada Ponsel Normal :
Pada saat perangkat di On kan jarum Ampere meter jalan menunjukkan nilai 0,05 Ampere.

Jika anda koneksikan ke PC, Pada saat PC bekerja jarum Ampere meter menunjukkan nilai 0,2 Ampere.

Pada saat Semua komponen bekerja jarum Ampere meter menunjukkan nilai 0,3 Ampere.

Pada saat mencari jaringan (Transmit)jarum Ampere meter menunjukkan nilai 0,4 Ampere.

Pada saat perangkat dalam posisi standby dan lampu mati jarum Ampere meter akan menunjukkan nilai 0,05 Ampere.

NB: Ada sebagian ponsel yang tidak dapat dihidupkan menggunakan DC Power Supply, dengan ciri-ciri tampilan pada layar LCD “Local Mode atau Test Mode”.

Pemeriksaan HP Mati Total dengan power supply :
Diperlukan power supply dengan skala ampere sebesar 1 ampere (A) atau 1000 mA. Hal bertujuan agar pemeriksaan bisa lebih mudah dan jelas.

Langkah-langkahnya sebagai berikut :
- Pasang kabel dari power supply ke konektor battery ponsel sebanyak minimal 3 kabel, dengan urutan negatip, BSI dan positip. (warna hitam, hijau dan merah) 

- Arahkan volt pada power supply 3,6 V (atau sesuai Hp-nya dengan toleransi 0,5 V) 

- Ponsel dalam keadaan off, lalu tekan tombol on 

- Bila ampere meter saat ditekan tombol on, diam saja berarti ada problem pada hardware nya (HW), maka perlu dilakukan pengecekan dari komponen on/off sampai pada battery. 

- Bila ampere saat ditekan tombol on, naik sekitar ? 50 mA, maka problem yang terjadi adalah masalah software (SW), maka yang perlu dilakukan adalah android diprogram ulang (flash) atau program diupgrade ke versi yang lebih tinggi.
A.Mati total karena jatuh.
Penanganannya :
- Perangkat tidak boleh dites dengan menggunakan power supply, tetapi terlebih dahulu  perangkat  harus dibongkar, dipanasi, dan direposisi kembali letak/posisi komponen yang berubah sebagai akibat dari perangkat yang jatuh tadi.
- Setelah itu perangkat baru boleh dites menggunakan power supply untuk mengetahui kerusakan pada Hardware (HW) / Software (SW).
- Kemungkinan besar komponen yang rusak sebagai akibat dari HP yang jatuh tadi adalah IC PA / IC Power.

B.Mati total karena kena air.
Penanganannya :
- Untuk perangkat yang kena air juga pertama kali tidak boleh dites dengan menggunakan power supply, karena beresiko terjadi hubungan pendek antar komponen di dalam air, tetapi perangkat terlebih dahulu harus divakum,dipanasi,atau diblower dengan terlebih dahulu diberi cairan pembersih IPA, juga bisa menggunakan butir silika untuk menyerap air yang ada pada HP.
- Setelah perangkat dipastikan telah kering sungguh, maka kita boleh menggunakan power supply untuk mengetahui terjadi kerusakan pada Hardware (HW) atau Software (SW).
- Pada perangkat yang terkena air, biasanya terjadi kerusakan pada aksesoris perangkatnya.
- Untuk lengkapnya anda dapat membaca pada artikel maxiandroid dengan judul "Solusi Handphone Android Terkena Cairan".

C.Ponsel mati total karena IC UI.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
- Hubungkan power supply pada ponsel, beri tegangan (volt) sebesar 3,6 V (atau sesuai Hp-nya dengan toleransi 0,5 V)
- Pada saat ponsel dalam keadaan off, lihat jarum ampere pada power supply akan naik sebesar 100mA.
- Ponsel akan langsung hidup, LED menyala, VIBRA bergetar.

Penanganannya :
- Lepaskan IC UI, lalu hidupkan ponsel.
- Maka ada tampilan pada LCD ponsel “Insert SIM Card”.
- Pasang IC UI yang baru.
- Hidupkan ponsel, maka ponsel akan bekerja dengan baik.

D.Ponsel mati total karena IC CPU.
Untuk mengetahui apakah ponsel mati total karena IC CPU adalah sebagai berikut :
- Beri tegangan (volt) pada ponsel dengan menggunakan power supply sebesar 3,6 V (atau sesuai Hp-nya dengan toleransi 0,5 V).
- Pada saat ponsel belum dinyalakan, jarum ampere diam, tetapi apabila ponsel sudah dinyalakan maka jarum ampere akan naik 100mA.

Penanganannya :
- Apabila IC CPU masih dalam kondisi yang baik, maka kita hanya perlu memanasi IC CPU dengan menggunakan blower saja, tetapi apabila IC CPU rusak, maka kita perlu mengganti dengan IC CPU yang baru. Sebelum kita mengganti IC CPU kita terlebih dahulu harus mempunyai lem anti panas dan cairan penghancur lem anti panas, sebab IC CPU dilindungi oleh lem anti panas, setelah kita menghancurkan lem anti panas, baru kita bisa memanasi (blower) IC CPU untuk diganti yang baru.

E.Ponsel mati total pada saat kita melakukan panggilan.
Untuk melakukan pengetesan kita gunakan power supply dengan cara :
- Hubungkan ponsel dengan power supply, beri tegangan (volt) sebesar 3,6 V (atau sesuai Hp-nya dengan toleransi 0,5 V) pada ponsel.
- Jarum ampere tidak akan bergerak pada saat ponsel masih dalam keadaan mati.
- Kita nyalakan ponsel lalu dipakai untuk melakukan panggilan, maka jarum ampere akan menunjukkan angka diatas 400mA.
Penanganannya :
- Ganti IC PA dengan yang baru, setelah itu lakukan pengetesan ulang seperti yang diatas, apabila dari hasil tes jarum ampere menunjukkan angka dibawah 400mA, maka ponsel sudah dalam keadaan baik.



isi blog ini di niatkan untuk rangkuman saya belajar
jika ada yang ingin melihat ,silahkan kita sama sama belajar !
jika ada yang marah karna artikelnya di copas ,saya mohon maaf
kirim pesan ke saya nanti saya hapus !


sumber : http://maxiandroid.blogspot.co.id/2012/08/analisa-dan-pengecekan-android-dengan.html
Lanjutkan