Pages

Subscribe:

Featured Posts

Kode Komponen dan istilah dalam Schema

KODE HURUP KOMPONEN

C   :CAPASITOR
D   :DIODA
F    :FUSE
L    :INDUKTOR
PC :POWER CAPASITOR
PD :POWER DIODES/DIODA
PL  :POWER INDUCTOR
PQ :POWER TRANSISTOR
PR :POWER RESISTOR
PU :POWER INTEGRATED CIRCUIT
Q   :TRANSISTOR
R   :RESISTOR
  : Transformers
U   :INTEGRATED CIRCUIT/BGA CHIP/EMBEDDED CONTROLER/BIOS IC,ETC
X   : Terminal strips, terminations, joins .oscilator
Y   : Crystal

ISTILAH DALAM LAPTOP MOTHERBOARD DAN SCHEMATIC

AC           : Alternating current
ACDRV    : AC adapter to system-switch driver output
ACEDET  : Adaptor Current Detector
ACGOOD : Valid adapter active-low detect logic open-drain output
ACIN       : Adaptor Current sensor Input
ACN         : Adapter current sense resistor
ACOP       : Input Over-Power Protection
ACOV       : Input Overvoltage Protection
ACP          : Adapter current sense resistor, positive input.
ADP+       : Adapter Positif Suplay
ADP_ID    : Adapter Identity
AGND       :Analog Ground
ALWP       :ALWAYS ON POWER
 B+           :AC OR BAT POWER RAIL FOR POWER CIRCUIT
BATT        : Battery

BAT+       :BAT POWER RAIL FOR POWER CIRCUIT
BAT_DRV :Bat Fet Gate Driver
BAT_V      Battery Voltage
BOM         :BILL OF MATERIAL MANAGEMENT
BT             :BUTTON
BT_EN      :Bloototh Enable
BUZER      :Connected
BYP           :Baypass
CHGEN     : Charge enable active-low logic input
CIN           : Input Capacitor
CLK_EN    :CLKOCK ENABLE
CN             :CONECTOR
CRT          :Cathode ray tube
CSIN        :Current Sensor input Negatif
CSIP         :Current Sensor input Positif
DC            :Direct current
DM           :DIM/DIM SOCKET/SOKET MEMORY/SOKET DDR
DKHAZ    :Dhea-Kautsar-Hafidz-Ali-Zahra
DOCK       :DOCKING SOCKET
EC            :Embedded Controler
EC_ON    :Embeded Controler Enable
EMI          :Elektromagnetik Interference(GANGGUAN ELEKTROMAGNETIK)
EN            :ENABLE
ENTRIP   :Enable Terminal
F               :FUSE
FSEL         : Frequency Select Input.
GATE        : Trigger gate
GND         :Ground
GP            :GROUND PIN
GPI          :General Power Input
GPIO        :General Power Input Output
HDMI       :High-Definition Multimedia Interface
ID             :Continuous Drain Current
IDM          :Pulsed Drain Current
IIN           : Operating Supply Current
IIN(SHDN): Shutdown Supply Current
IIN(STBY): Standby Supply Current
IS            :Continuous Source Current (Diode Conduction)
IVIN       :Battery Supply Current at VIN pin
JP            :JUMPER POINT
KBC        :Keyboard Controler
LCDV       :LCD POWER
LDO         :Linear Driver Output
LGATE     : Lower-side MOSFET gate signal
LPC          :Low Pin Count
LVDS       :Low-voltage differential signaling(SYSTEM PENSIGNALAN)
MBAT      :MAIN BATTERY
NB           :North Bridge
ODD         :OUTPUT DISC DRIVE
PCI          :Peripheral Component Interconnect
PGOOD    : Power good open-drain output
PIR          :PRODUCT IMPROVED RECORD
PSI#        :Current indicator input
PVCC       : IC power positive supply
RSMRST  : Resume Reset
RTC          :REAL TIME CLOCK
SB            : South bridge
SHDN       :Shutdown
SYS_SDN :System Shutdown
SPI           :Serial Peripheral Interface
TD            :Death Time
THRM      :THERMAL SENSOR
TMDS       :Transition Minimized Differential Signaling(TRANSMISI DATA TEKNOLOGY)
TP             :TES POINT
TPAD        :THERMAL PAD
UVLO        : Input Undervoltage Lock Out
V               :RAIL(POWER)
V+            :Positive Voltage
VADJ        : Output regulation voltage
VALW       :ALWAYS ON POWER
VALWP     :VALW PAD
VBAT        :BATTERY POWER
VCCP        :power chip(ich,graphic chips)
VCORE     :POWER PROCESOR
VDD          : Control power supply
VDDR       :POWER DDR (VDRAM/VRAM/VMEM)
VDS          :VOLTAGE DRAIN SOURCE
VFB          : feedback inputs Power
VGS          :VOLTAGE GATE SOURCES
VIN          : Input Voltage Range
VIN           :ADAPTER POWER SUPLAY(vol_in)
VL            :Power Lock
VL            :voltage across the load/Tegangan beban resistor
VL            :Voltage Linear
VLDOIN  :Power supply of the VTT and VTTREF output stage (to powerMOS).
VOT         :Volt_out
VRAM      :Power Memori
VREF       :POWER REFERENCES/SCHEMA REFERENCE/PERMINTAAN SKEMA
VS            :SUITCH POWER
VS+         :SUPPORT VOLTAGE POSITIF
VSB         :POWER SWITCH BUTTON
VSS         : Signal ground.
VSW        :POWER SWICT
VTT         : Memory Termination Voltage
VTERM    :Memory Termination Voltage
VUSB       :POWER USB
VGA         :POWER VGA (VGPX/VGPU/VCVOD)
VGFX       :POWER GRAPHIC CHIP  
VREF       :VOLTAGE REFERENCES


disusun oleh adiedkhaz

sumber : https://adiedkhaz.blogspot.co.id/p/blog-page_3249.html
Lanjutkan

Analisa Dan Pengecekan Android Dengan Power Supply

Dalam dunia teknisi, pengecekan android yang rusak secara hardware dapat menggunakan DC power supply. Pada artikel ini mari kita berbagi cara analisa dan pengecekan android dengan power supply.
Power supply DC
Alat ini berguna sebagai adaptor / regulator (pensupply tegangan DC) dan dapat pula digunakan dalam pendeteksian kerusakan pada ponsel, dalam kata lain bisa juga sebagai pengganti tegangan battery, dengan menggunakan Power Supply ini akan memudahkan kita dalam pendeteksian kerusakan pada ponsel karena jika ponsel itu terjadi hubungan singkat atau konsleting Power suplly ini secara otomatis akan mati dan tidak akan menambah parah kerusakan pada ponsel.

Cara penggunaan DC power supply :
Hidupkan Power Supply, atur tegangan dengan memutar kalibrasi sesuai tegangan yang dibutuhkan Ponsel atau sesuaikan dengan Voltage Battery Ponsel anda, lalu matikan Power Supply.

Kabel merah = positif
Kabel hitam = negative
Kabel hijau biru = Btemp ( battery temperature )
Kabel kuning = BSI ( battery system information )
-Pasang kabel merah (+) positif dihubungkan ke konektor positif battery pada Ponsel

-Pasang kabel hitam (-) negatif dihubungkan ke konektor negatif battery pada ponsel

-Pasang kabel hijau (BSI), fungsinya sebagai pemberi informasi pada kapasitas battery, terletak disebelah konektor positif (+) battery.

-Untuk Ponsel yang hanya memiliki 3 konektor Battery, kabel Hijau (BSI)  tidak dipasang
Setelah pemasangan kabel hidupkan Power Supply, saat perangkat android tekan tombol ON, jarum pada Ampere meter akan jalan dan perangkat android akan hidup.

Pemasangan terbalik akan berakibat short ( hubungan singkat ) dan Power Supply secara otomatis memutuskan tegangan/ arus ke perangkat.
Perhatikan jarum pada kolom Ampere, berapakah yang dihasilkan? ( melalui kolom amper inilah nanti yang akan dianalisa kerusakan yang terjadi, apakah penyebabnya software atau hardware )

Analisa Kerusakan Ponsel Menggunakan DC Power Supply :
-Hidupkan Power Supply, atur tegangan dengan memutar kalibrasi sesuai tegangan yang dibutuhkan perangkat, lalu matikan Power Supply. 
-Pasang kabel merah (+) positif dihubungkan ke konektor positif battery  pada perangkat. 
-Pasang kabel hitam (-) negatif dihubungkan ke konektor negatif battery  pada perangkat. 
-Pasang kabel hijau (BSI) pada konektor BSI pada perangkat (jika ada). 
Hasil analisa:
Gejala kerusakan pada Software yaitu pada saat tombol On di tekan,  jarum pada Ampere meter akan bergerak naik tidak lebih/ kurang dari 0,02-0,03  Ampere dan kembali keposisi Nol (0). 

Gejala kerusakan pada Hardware yaitu pada saat tombol On di tekan, jarum pada Ampere meter jalan tetapi tidak kembali kaposisi semula, berarti terjadi short ( hubungan singkat ) pada rangkaian (Hardware) 

Jarum pada Ampere meter tidak Jalan sama sekali, berarti jalur putus/ bagian power supply pada Ponsel tidak bekerja.
Menggunakan DC Power Supply pada Ponsel Normal :
Pada saat perangkat di On kan jarum Ampere meter jalan menunjukkan nilai 0,05 Ampere.

Jika anda koneksikan ke PC, Pada saat PC bekerja jarum Ampere meter menunjukkan nilai 0,2 Ampere.

Pada saat Semua komponen bekerja jarum Ampere meter menunjukkan nilai 0,3 Ampere.

Pada saat mencari jaringan (Transmit)jarum Ampere meter menunjukkan nilai 0,4 Ampere.

Pada saat perangkat dalam posisi standby dan lampu mati jarum Ampere meter akan menunjukkan nilai 0,05 Ampere.

NB: Ada sebagian ponsel yang tidak dapat dihidupkan menggunakan DC Power Supply, dengan ciri-ciri tampilan pada layar LCD “Local Mode atau Test Mode”.

Pemeriksaan HP Mati Total dengan power supply :
Diperlukan power supply dengan skala ampere sebesar 1 ampere (A) atau 1000 mA. Hal bertujuan agar pemeriksaan bisa lebih mudah dan jelas.

Langkah-langkahnya sebagai berikut :
- Pasang kabel dari power supply ke konektor battery ponsel sebanyak minimal 3 kabel, dengan urutan negatip, BSI dan positip. (warna hitam, hijau dan merah) 

- Arahkan volt pada power supply 3,6 V (atau sesuai Hp-nya dengan toleransi 0,5 V) 

- Ponsel dalam keadaan off, lalu tekan tombol on 

- Bila ampere meter saat ditekan tombol on, diam saja berarti ada problem pada hardware nya (HW), maka perlu dilakukan pengecekan dari komponen on/off sampai pada battery. 

- Bila ampere saat ditekan tombol on, naik sekitar ? 50 mA, maka problem yang terjadi adalah masalah software (SW), maka yang perlu dilakukan adalah android diprogram ulang (flash) atau program diupgrade ke versi yang lebih tinggi.
A.Mati total karena jatuh.
Penanganannya :
- Perangkat tidak boleh dites dengan menggunakan power supply, tetapi terlebih dahulu  perangkat  harus dibongkar, dipanasi, dan direposisi kembali letak/posisi komponen yang berubah sebagai akibat dari perangkat yang jatuh tadi.
- Setelah itu perangkat baru boleh dites menggunakan power supply untuk mengetahui kerusakan pada Hardware (HW) / Software (SW).
- Kemungkinan besar komponen yang rusak sebagai akibat dari HP yang jatuh tadi adalah IC PA / IC Power.

B.Mati total karena kena air.
Penanganannya :
- Untuk perangkat yang kena air juga pertama kali tidak boleh dites dengan menggunakan power supply, karena beresiko terjadi hubungan pendek antar komponen di dalam air, tetapi perangkat terlebih dahulu harus divakum,dipanasi,atau diblower dengan terlebih dahulu diberi cairan pembersih IPA, juga bisa menggunakan butir silika untuk menyerap air yang ada pada HP.
- Setelah perangkat dipastikan telah kering sungguh, maka kita boleh menggunakan power supply untuk mengetahui terjadi kerusakan pada Hardware (HW) atau Software (SW).
- Pada perangkat yang terkena air, biasanya terjadi kerusakan pada aksesoris perangkatnya.
- Untuk lengkapnya anda dapat membaca pada artikel maxiandroid dengan judul "Solusi Handphone Android Terkena Cairan".

C.Ponsel mati total karena IC UI.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
- Hubungkan power supply pada ponsel, beri tegangan (volt) sebesar 3,6 V (atau sesuai Hp-nya dengan toleransi 0,5 V)
- Pada saat ponsel dalam keadaan off, lihat jarum ampere pada power supply akan naik sebesar 100mA.
- Ponsel akan langsung hidup, LED menyala, VIBRA bergetar.

Penanganannya :
- Lepaskan IC UI, lalu hidupkan ponsel.
- Maka ada tampilan pada LCD ponsel “Insert SIM Card”.
- Pasang IC UI yang baru.
- Hidupkan ponsel, maka ponsel akan bekerja dengan baik.

D.Ponsel mati total karena IC CPU.
Untuk mengetahui apakah ponsel mati total karena IC CPU adalah sebagai berikut :
- Beri tegangan (volt) pada ponsel dengan menggunakan power supply sebesar 3,6 V (atau sesuai Hp-nya dengan toleransi 0,5 V).
- Pada saat ponsel belum dinyalakan, jarum ampere diam, tetapi apabila ponsel sudah dinyalakan maka jarum ampere akan naik 100mA.

Penanganannya :
- Apabila IC CPU masih dalam kondisi yang baik, maka kita hanya perlu memanasi IC CPU dengan menggunakan blower saja, tetapi apabila IC CPU rusak, maka kita perlu mengganti dengan IC CPU yang baru. Sebelum kita mengganti IC CPU kita terlebih dahulu harus mempunyai lem anti panas dan cairan penghancur lem anti panas, sebab IC CPU dilindungi oleh lem anti panas, setelah kita menghancurkan lem anti panas, baru kita bisa memanasi (blower) IC CPU untuk diganti yang baru.

E.Ponsel mati total pada saat kita melakukan panggilan.
Untuk melakukan pengetesan kita gunakan power supply dengan cara :
- Hubungkan ponsel dengan power supply, beri tegangan (volt) sebesar 3,6 V (atau sesuai Hp-nya dengan toleransi 0,5 V) pada ponsel.
- Jarum ampere tidak akan bergerak pada saat ponsel masih dalam keadaan mati.
- Kita nyalakan ponsel lalu dipakai untuk melakukan panggilan, maka jarum ampere akan menunjukkan angka diatas 400mA.
Penanganannya :
- Ganti IC PA dengan yang baru, setelah itu lakukan pengetesan ulang seperti yang diatas, apabila dari hasil tes jarum ampere menunjukkan angka dibawah 400mA, maka ponsel sudah dalam keadaan baik.



isi blog ini di niatkan untuk rangkuman saya belajar
jika ada yang ingin melihat ,silahkan kita sama sama belajar !
jika ada yang marah karna artikelnya di copas ,saya mohon maaf
kirim pesan ke saya nanti saya hapus !


sumber : http://maxiandroid.blogspot.co.id/2012/08/analisa-dan-pengecekan-android-dengan.html
Lanjutkan

PENGGUNAAN POWER SUPPLY ANALYZER

PENGGUNAAN POWER SUPPLY ANALYZER 


Dalam memperbaiki ponsel kita membutuhkan alat-alat seperti :

Solder Uap
Soldering Iron
Power Supply Analyzer
Multitester Digital & Analog
Frekuensi Counter, Oscilloscope & Spectrum Analyzer
Kaca Pembesar, PCB Ultrasonic Cleaner,
Timah Gulung, Timah Cair, Pasta Solder, Plat BGA, Solder Wick.
Dsb.

Kali ini kita akan membahas mengenai kegunaan dari Power Supply untuk mendeteksi kerusakan pada ponsel. Selain itu juga dapat dipergunakan untuk mencharge segala jenis batere rechargeable tanpa merusak sel-sel batere tsb.

Ponsel yang terlalu lama disimpan sehingga battere menjadi kosong sama sekali, akibatnya batere tidak dapat diisi dengan cara biasa. Sehingga sering pemilik ponsel menggangap ponselnya mengalami kerusakan mati total, dan membawanya ke tempat service untuk diperbaiki. Padahal oleh teknisi tentu saja batere yang kosong tadi cukup disuntik alias diberi tegangan kejut, dan ponsel dicharge seperti biasa hingga normal kembali.
Nah, apabila anda mengalami kasus seperti ini ada baiknya diperiksa dengan Power Supply untuk mendeteksi kerusakan pada ponsel, dengan cara sbb:

1. Nyalakan Power Supply dan atur tegangan pada Voltmeter sebesar 3,6 hingga 4 Volt.
2. Hubungkan konektor (+) dan (-) Power Supply dengan konektor battere (+) dan (-) pada ponsel.
3. Lihat jarum Ampere Meter apakah ada kenaikan arus. Normalnya jarum tetap di angka 0. Apabila arus langsung naik, berarti ada komponen pada ponsel yang short. Biasa kerusakan pada IC Power, PA, atau IC Charging yang perlu diganti.
4. Apabila normal, langkah selanjutnya tekan saklar On/Off pada ponsel. Pada ponsel yang normal, jarum A akan naik 2 tahap dan ponsel akan menyala.
5. Sedangkan pada ponsel yang bermasalah, ada dua kemungkinan pergerakan jarum A. Jarum A yang naik lalu turun lagi setelah saklar ditekan menunjukkan kerusakan pada rangkaian Regulator (IC Power) pada ponsel. Sedangkan Jarum A yang naik dan menunjukkan angka tertentu setelah saklar ditekan menunjukkan kerusakan pada rangkaian Processor (CPU), Memory beserta Softwarenya. Untuk itu ponsel perlu dilakukan pengecekan menggunakan program dan kabel data yang sesuai jenisnya.

Kegunaan lain dari Power Supply adalah dapat mengisi batere dalam kondisi kosong sama sekali. Dengan cara sbb :

* Hubungkan kabel Power Supply (+) dan (-) ke masing-masing kutub Batere.
* Atur tegangan pada skala Voltmeter jangan melebihi tegangan maximal batere (sekitar 4V). Apabila lebih, Power Supply akan memutuskan arus secara otomatis untuk mencegah kerusakan pada batere. Power Supply perlu direstart kembali. Apabila tegangan kurang, Batere tidak akan terisi.
* Untuk itu tegangan perlu diatur hingga jarum A perlahan naik hingga semaximal mungkin. Sehingga Batere akan terisi penuh hingga jarum A perlahan-lahan turun pertanda Batere mulai penuh.


DETEKSI KESALAHAN DENGAN POWER SUPPLY
`

DETEKSI 1
Power on gagal, sewaktu on/off di tekan short Amphere&Voltage yaitu ke titik ‘0’

Analisis:
Terjadi short pada komponen-komponen yang dihubungkan langsung ke V Battery, yaitu IC PA, IC Charging, IC UI Regulator dan Ccont.

Tindakan:
Angkat Pin1 dari IC UI jika masih short angkat IC PA dan seterusnya. Sampai tidak terjadi short. Bila normal maka ganti IC yang menyebabkan short.


DETEKSI 2
Switch ditekan Amphere pada DC Power Supply tidak ada reaksi, sewaktu kabel (+) dibalik short.

Analisis:
Terjadi kerusakan pada on/off
Terjadi putus jalur pada on/off
Terjadi kerusakan pada IC Power Supply (Ccont)

Tindakan:
Ukur Switch on/off
Ukur jalur pada on/off dengan memperhatikan skema jalur on/off
Jika semua OK maka kerusakan ada pada Ccont, panaskan jika tak mau maka gani sampai terdapat tegangan Amphere naik.


DETEKSI 3
Switch ditekan Amphere menunjukkan tren naik dari 0 sampai 20-50 MA dan stabil disitu.

Analisis:
Ccont telah memberikan tegangan tetapi berhenti perintahnya. Biasanya HP hilang data program. IC Flash rusak , IC Cobba rusak

Tindakan:
Gunakan software untuk memprogram ulang ponsel sesuai dengan tipenya. Biasanya ponsel akan normal kembali, jika tidak maka perbaiki IC Flash, Cobba dan terakhir CPU.


DETEKSI 4
Switch ditekan, Amphere pada DC Power Supply tidak ada reaksi sewaktu kabel (+) dibalik tidak terjadi short.


Analisis:
Terjadi putus jalur (+) pada battery sehingga tidak masuk arus ponsel

Tindakan:
Perhatikan skema jalur (+) lalu gunakan teknik jumper pada jalur yang putus


DETEKSI 5
Swicth ditekan, Amphere pada DC Power Supply menunjukkan 1 – 2 A dan stabil disitu.

Analisis:
Terjadi kebocoran arus yang disebabkan kapasitor atau komponen yang ambil arus langsung ke V Battery.

Tindakan:
Isolasi komponen-komponen yang diambil arus langsung ke V Battery.


DETEKSI 6
Switch ditekan, amphere menunjukkan 50 MA – 1 A dan stabil disitu.

Analisis:
Terjadi unsolder pada komponen diluar. Komponen yang di ambil arus langsung ke V Battery.

Tindakan:
Panaskan IC nya lalu coba diganti


DETEKSI 7
Switch belum ditekan telah terjadi short (voltage turun ke 0)

Analisis:
Terjadi short pada jalur V Battery

Tindakan:
Lepaskan komponen-komponen yang merupakan jalur V Battery, satu persatu.


DETEKSI 8
Switch ditekan Amphere naik menunjukkan tidak stabil lalu kambali ke 0

Analisis:
Terjadi tidak normal pada sistem clock (RTC)

Tindakan:
Isolasi komponen rangkaian clock (RTC)

Pemeriksaan dengan power supply :

Diperlukan power supply dengan skala ampere sebesar 1 ampere (A) atau 1000 mA. Hal bertujuan agar pemeriksaan bisa lebih mudah dan jelas.
Langkah-langkahnya sebagai berikut :
- Pasang kabel dari power supply ke konektor battery ponsel sebanyak minimal 3 kabel, dengan urutan negatip, BSI dan positip. (warna hitam, hijau dan merah)
- Arahkan volt pada power supply 3,6 V (atau sesuai Hp-nya dengan toleransi 0,5 V)
- Ponsel dalam keadaan off, lalu tekan tombol on
- Bila amper saat ditekan tombol on, diam saja berarti ada problem pada hardware nya (HW), maka perlu dilakukan pengecekan dari komponen on/off sampai pada battery.
- Bila amper saat ditekan tombol on, naik 50 mA, maka problem yang terjadi adalah masalah software (SW),sekitar maka yang perlu dilakukan adalah HP diprogram ulang (flash) atau program diupgrade ke versi yang lebih tinggi.
b. Mati total karena jatuh.
Penanganannya :
- HP tidak boleh dites dengan menggunakan power supply, tetapi terlebih dahulu HP harus dibongkar, dipanasi, dan direposisi kembali letak/posisi komponen yang berubah sebagai akibat dari HP yang jatuh tadi.
- Setelah itu HP baru boleh dites menggunakan power supply untuk mengetahui kerusakan pada Hardware (HW) / Software (SW).
- Kemungkinan besar komponen yang rusak sebagai akibat dari HP yang jatuh tadi adalah IC PA / IC Power.
c. Mati total karena kena air.
Penanganannya :
- Untuk HP yang kena air juga pertama kali tidak boleh dites dengan menggunakan power supply, karena beresiko terjadi hubungan pendek antar komponen didalam air, tetapi HP terlebih dahulu harus divakum,dipanasi,atau diblower dengan terlebih dahulu diberi cairan pembersih IPA, juga bisa menggunakan butir silika untuk menyerap air yang ada pada HP.
- Setelah HP dipastikan telah kering sungguh, maka kita boleh menggunakan power supply untuk mengetahui terjadi kerusakan pada Hardware (HW) atau Software (SW).
- Pada HP yang terkena air, biasanya terjadi kerusakan pada aksesoris HPnya.
2. Ponsel mati total karena IC UI.
Pada kasus HP seperti ini maka dibutuhkan alat test yaitu power supply.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
- Hubungkan power supply pada ponsel, beri tegangan (volt) sebesar 3,6 V (atau sesuai Hp-nya dengan toleransi 0,5 V)
- Pada saat ponsel dalam keadaan off, lihat jarum ampere pada power supply akan naik sebesar 100mA.
- Ponsel akan langsung hidup, LED menyala, VIBRA bergetar.
Penanganannya :
- Lepaskan IC UI, lalu hidupkan ponsel.
- Maka ada tampilan pada LCD ponsel "Insert SIM Card".
- Pasang IC UI yang baru.
- Hidupkan ponsel, maka ponsel akan bekerja dengan baik.
3. Ponsel mati total karena IC CPU.
Untuk mengetahui apakah ponsel mati total karena IC CPU adalah sebagai berikut :
- Beri tegangan (volt) pada ponsel dengan menggunakan power supply sebesar 3,6 V (atau sesuai Hp-nya dengan toleransi 0,5 V).
- Pada saat ponsel belum dinyalakan, jarum ampere diam, tetapi apabila ponsel sudah dinyalakan maka jarum ampere akan naik 100mA.
Penanganannya :
- Apabila IC CPU masih dalam kondisi yang baik, maka kita hanya perlu memanasi IC CPU dengan menggunakan blower saja, tetapi apabila IC CPU rusak, maka kita perlu mengganti dengan IC CPU yang baru. Sebelum kita mengganti IC CPU kita terlebih dahulu harus mempunyai lem anti panas dan cairan penghancur lem anti panas, sebab IC CPU dilindungi oleh lem anti panas, setelah kita menghancurkan lem anti panas, baru kita bisa memanasi (blower) IC CPU untuk diganti yang baru.
4. Ponsel mati total pada saat kita melakukan panggilan.
Untuk melakukan pengetesan kita gunakan power supply dengan cara :
- Hubungkan ponsel dengan power supply, beri tegangan (volt) sebesar 3,6 V (atau sesuai Hp-nya dengan toleransi 0,5 V) pada ponsel.
- Jarum ampere tidak akan bergerak pada saat ponsel masih dalam keadaan mati.
- Kita nyalakan ponsel lalu dipakai untuk melakukan panggilan, maka jarum ampere akan menunjukkan angka diatas 400mA.
Penanganannya :
- Ganti IC PA dengan yang baru, setelah itu lakukan pengetesan ulang seperti yang diatas, apabila dari hasil tes jarum ampere menunjukkan angka dibawah 400mA, maka ponsel sudah dalam keadaan baik.


isi blog ini di niatkan untuk rangkuman saya belajar
jika ada yang ingin melihat ,silahkan kita sama sama belajar !
jika ada yang marah karna artikelnya di copas ,saya mohon maaf
kirim pesan ke saya nanti saya hapus !


sumber : http://mihraelektronik.blogspot.co.id/2011/06/penggunaan-power-suplay.html
Lanjutkan